Berbagi Adalah Kunci Kebahagiaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About me

Foto saya
Just Be Myself me it's me you it's you and don't copy me

Visitors

Search

Popular

Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Juli 2014

 
 
Bek tim nasional Brasil, David Luiz, meminta maaf kepada masyarakat Brasil atas kekalahan 1-7 dari Jerman 1 pada babak semifinal di Estadio Mineirao, Rabu (9/7/2014) dini hari. Menurut Luiz, timnya kalah karena Jerman bermain lebih baik. 
 
“Saya meminta maaf kepada semua orang, meminta maaf kepada orang-orang Brasil. Saya hanya ignin melihat mereka tersenyum. Kami semua tahu betapa pentingnya melihat orang Brasil bahagia, setidaknya karena sepak bola,” tutur Luiz dikutip Tribunnews.com dari FIFA.com.

Kekalahan itu menyamai kekalahan terbesar yang Brasil alami sepanjang sejarah. Sebelumnya rekor terburuk mereka adalah ketika tumbang 0-6 dari Uruguay pada ajang Copa America. Kekalahan dari Uruguay terjadi pada 1920, 94 tahun lalu.

“Mereka (Jerman) lebih baik daripada kami. Mereka mempersiapkan diri secara lebih baik. Mereka bermain lebih baik. Ini hari yang sangat menyedihkan, namun sekaligus hari untuk belajar,” ujar Luiz.

 Dini hari tadi jerman secara mengejutkan meraih kemenangan telak dengan skor 7-1 ketika menghadapi tuan rumah Brasil dalam babak semi-final Piala Dunia 2014 di Belo Horizonte.
Tampil tanpa dua pemain andalan, yaitu Thiago Silva dan Neymar, terbukti membuat Selecao nyaris tidak bisa berbuat banyak, meski sempat memberi perlawanan yang sengit di menit-menit awal.
Toni Kroos menjadi salah satu sosok krusial dalam kemenangan besar Der Panser, gelandang yang dikabarkan akan hengkang ke Real Madrid itu mencetak dua gol dan satu assist di laga tersebut. Ini merupakan gol pertamanya di Piala Dunia 2014 dan assist ketiga dalam enam pertandingan.


Jerman secara mengejutkan meraih kemenangan telak dengan skor 7-1 ketika menghadapi tuan rumah Brasil dalam babak semi-final Piala Dunia 2014 di Belo Horizonte dini hari tadi (9/7).

Tampil tanpa dua pemain andalan, yaitu Thiago Silva dan Neymar, terbukti membuat Selecao nyaris tidak bisa berbuat banyak, meski sempat memberi perlawanan yang sengit di menit-menit awal.

Toni Kroos menjadi salah satu sosok krusial dalam kemenangan besar Der Panser, gelandang yang dikabarkan akan hengkang ke Real Madrid itu mencetak dua gol dan satu assist di laga tersebut. Ini merupakan gol pertamanya di Piala Dunia 2014 dan assit ketiga dalam enam pertandingan.

Pesta gol Jerman diawali dengan tendangan sudut Toni Kroos yang membuahkan gol pembuka Jerman di menit ke-11. Thomas Muller sukses menyambutnya dengan sontekan terarah yang menaklukkan Julio Cesar.

Kemudian, Miroslav Klose menggandakan keunggulan Jerman sekaligus memastikan dirinya memecah rekor gol Ronaldo di Piala Dunia pada menit ke-23, kemudian Toni Kroos dengan gemilang mencetak dua gol dalam tempo tiga menit usai gol striker veteran itu, sebelum Sami Khedira menutup babak pertama dengan skor 5-0 melalui golnya di menit ke-29.

Pada babak kedua, Jerman menambah dua gol melalui pemain pengganti Andre Schurrle sebelum Oscar mencetak gol hiburan bagi Selecao di menit akhir.


Senin, 07 Juli 2014





Komite disiplin FIFA akhirnya mengeluar keputusan terakhir pertandingan perempat final Piala Dunia 2014 antara Brasil melawan Kolombia beberapa hari lalu. Ada dua pokok persoalan yang diputuskan yakni tentang tindakan kasar Juan Zuniga kepada Neymar serta kartu kuning Thiago Silva.

Untuk masalah Zuniga, komisi disiplin FIFA tak akan memberikan sanksi apapun. Namun dalam pernyataannya mereka menyesalkan nasib buruk yang menimpa Neymar atas kejadian itu.

Neymar diketahui tak bisa melanjutkan kiprahnya di Piala Dunia ini karena cedera retak tulang punggung akibat dihajar oleh lutut Zuniga ketika hendak merebut bola.

Alasan FIFA tak bisa menindak Zuniga adalah karena kejadian itu sama sekali tak luput dari perhatian wasit. Dengan kata lain tak ada kesalahan apapun dan sang pengadil lapangan hijau kala itu sudah membuat keputusan.

"Dalam kasus yang spesifik ini, komisi disiplin FIFA tak bisa mengambil tindakan apapun karena insiden yang melibatkan Zuniga tersebut tidak luput dari perhatian wasit. Namun kami tetap menyesalkan kejadian yang membuat kesehatan seorang pemain tergangggu seperti yang dialami Neymar," tulis pernyataan di situs resmi FIFA.

Sedangkan untuk banding yang diajukan Brasil terhadap akumulasi kartu bek Thiago Silva, komisi disiplin FIFA menolaknya. "Kami tidak dapat mempertimbangkan sanksi untuk Thiago Silva karena tak terdapat fakta legal yang mendukung permohonan itu."

Dengan demikian Thiago Silva dipastikan tidak bisa tampil di semifinal melawan Jerman, malam nanti, Selasa, 8 Juli 2014, atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Selasa, 24 Juni 2014


Luis Suarez kembali melakukan aksi tidak terpuji menggigit lawannya. Kali ini bek Italia Giorgio Chiellini yang menjadi korban kebrutalan Suarez saat Gli Azzurri menghadapi Uruguay di laga lanjutan Grup D Piala Dunia 2014, Selasa (24/6/2014).
Suarez tidak dapat mengendalikan emosinya akibat terus dijaga ketat oleh Chiellini sepanjang pertandingan. Ketika tengah berduel dengan Chiellini pada menit 79, pemain Liverpool itu terlihat menggigit bahu Chiellini.
Suarez sendiri nampak kesakitan setelah menggigit Chiellini. Beruntung bagi Suarez, wasit Marco Rodriguez dan asistennya tidak melihat insiden tersebut. Meski Chiellini sudah memperlihatkan bukti gigitan, Suarez tidak terkena hukuman apa pun dari sang pengadil asal Meksiko itu.



Ini bukan kali pertama Suarez menggigit pemain lawan. Saat membela Liverpool di arena Liga Premier April 2013, Suarez membuat heboh dengan menggigit lengan pemain belakang Chelsea Branislav Ivanovic.
Ketika masih membela Ajax Amsterdam, Suarez juga pernah melakukan aksi serupa. Gelandang PSV Eindhoven Otman Bakkal harus merasakan gigitan Suarez pada laga Eredivisie November 2010.

Berikut cuplikan saat Suarez menggigit Chielini.
http://www.youtube.com/watch?v=SCozMR5ltcU


Italia harus menelan pil pahit tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2014. Uruguay yang berhak mendampingi Kosta Rika ke 16 besar setelah menang 1-0 atas Italia di laga pamungkas Grup D, Selasa (24/6/2014).

Hasil ini membuat Italia berada di posisi tiga klasemen Grup D dengan poin tiga. Sedangkan Uruguay finis di urutan dua dengan enam poin. Juara grup menjadi milik Kosta Rika yang mengoleksi tujuh poin. Inggris sendiri menjadi juru kunci dengan satu poin. Pemain belakang sekaligus kapten tim Diego Godin menjadi pahlawan Uruguay. Godin mencetak gol tunggal melalui sundulan akurat pada menit 81.

Duel hidup-mati Italia melawan Uruguay berlangsung sengit dan panas sejak awal. Namun tidak ada gol yang tercipta sampai turun minum. Butuh menang, Uruguay coba meningkatkan intensitas serangannya di babak kedua. Cristian Rodriguez hampir membuka keunggulan Uruguay di menit 57. Rodriguez lolos dari kawalan pemain belakang Italia, namun sepakannya masih melebar meski Gianluigi Buffon sudah mati langkah. Petaka menimpa Italia di menit 59. Wasit Marco Rodriguez secara kontroversial mengusir Claudio Marchisio karena melanggar Egidio Arevalo. Tayangan ulang memperlihatkan pelanggaran Marchisio tidak keras.

Uruguay memanfaatkan dengan baik keunggulan jumlah pemain ini. Pada menit 66, Uruguay seharusnya mampu unggul bila Buffon tidak tampil gemilang menggagalkan tendangan mendatar Suarez yang sudah berhadapan langsung dengannya. Memasuki menit 81, pendukung Uruguay bersorak gembira. Sepak pojok Gaston Ramirez diteruskan Godin dengan sundulan akurat setelah memenangi duel dengan pemain Italia.

Italia coba segera membalas gol Godin ini. Peluang dari tendangan bebas Andrea Pirlo masih belum membuahkan gol. Sepakan Pirlo masih menyamping di sisi kanan gawang Fernando Muslera. Skor 1-0 untuk Uruguay bertahan sampai bubaran.

Susunan Pemain:
Italia: Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Darmain, De Sciglio, Pirlo, Marchisio, Verratti (Motta 75′), Balotelli (Parolo 46′), Immobile (Cassano 71′).

Uruguay: Muslera, Caceres, Godin, Pereira (Stuani 63′), Gimenez, C Rodriguez (Ramirez 78′), A Gonzalez, Arevalo, Lodeiro (Maxi 46′), Suarez, Cavani




Duel hidup mati akan tersaji di Arena Das Dunas, Natal, antara Italia melawan Uruguay. Laga ini menjadi penentu siapa yang akan lolos menemani Kosta Rika dari Grup D Piala Dunia 2014 ke babak 16 besar. Laga antara kedua tim ini akan digelar Selasa, (24/6)  Pk. 23:00 WIB. 

Setelah dipermalukan Kosta Rika lewat gol tunggal Bryan Ruiz, kabar cederanya De Rossi datang menjelang laga hidup mati melawan Uruguay di partai terakhir Grup D, Selasa (24/6) malam nanti.
Selepas menjalani dua pertandingan, Italia dan Uruguay sama-sama mengantongi tiga poin hasil dari sekali menang dan lainnya kalah. Tapi, selisih gol Italia lebih baik dari Luis Suarez dkk. Untuk bisa lolos ke perdelapan final, Italia hanya butuh hasil seri.

Sedangkan Uruguay wajib menang. Italia sebenarnya takkan berada di posisi sulit seperti ini jika seandainya mereka tak kalah 0-1 dari Kosta Rika. Menghadapi Uruguay, salah satu punggawa timnas Italia, Daniele De Rossi, masih cemas menunggu hasil tes dari cedera yang membelitnya. “Ini bukan sekedar memar. Kita lihat saja nanti,” kata pemain AS Roma itu. Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, memberi saran kepada pelatih Gli Azzurri Cesare Prandelli agar timnya konsentrasi saat lawan Uruguay. “Ini adalah pertandingan yang sangat penting,” kata Ancelotti. “Italia harus mewaspadai potensi serangan Uruguay. Namun, lawan punya masalah di lini belakang seperti yang kita lihat saat lawan Kosta Rika dan Inggris,” imbuhnya.

Saat ini posisi Italia lebih diuntungkan dalam selisih gol. Baok Italia maupun Uruguay sama-sama menjadi korban Kosta Rika. Italia kalah 0-1, dan Uruguaya ditekuk Kosta Rika 1-3.
Kosta Rika kini bercokol di puncak klasemen sementara dengan torehan enam poin, dan sudah memastikan diri ke babak 16 besar.

Edinson Cavani, striker Uruguay, memandang laga nanti tidak akan mudah. “Bagi saya, ini seperti final,” ujarnya. Pulihnya Luis Suarez di kubu Uruguay, dan juga penampilan impresif anak asuh Oscar Tabarez itu tak serta merta membuat Carlo Ancelotti kagum, dan khawatir Italia akan mudah dikalahkan. Justru Ancelotti mengatakan bahwa Italia masih lebih baik ketimbang Uruguay. “Sejarah telah memberikan kami pelajaran untuk mematok segalanya lebih tinggi. Mungkin ini akan sedikit beresiko jika kami karam,” ujar kiper dan kapten Italia, Gianluigi Buffon.

“Uruguay adalah tim yang harus ditakuti dan akan ada efek gaung setelah pertandingan terakhir. Kami layak mendapatkan kekalahan dari Kosta Rika, sementara Uruguay berhasil menang atas Inggris,” katanya. Namun, Buffon tetap optimistis dengan performa yang akan ditampilkan Gli Azzurri. “Pertandingan ini membutuhkan banyak komponen. Sebuah hasrat dan kepala dingin, ditambah kepercayaan diri yang tak bisa diruntuhkan hanya dalam satu pertandingan,” tuntasnya.




 
Enam pertandingan akan dihelat di laga penutupan penyisihan Grup Piala Dunia 2014. Selasa (24/6) dan Rabu (25/6) akan berlangsung pertandingan penutup dari grup D, E, dan F. Dari grup D, Inggris akan melakoni laga hiburan dengan Kosta Rika, dalam laga penutupan penyisihan grup D Piala Dunia 2014. Sedianya, duel yang akan digelar Selasa (24/6) akan ditayangkan secara langsung di ANTV pada pukul 23.00 WIB.

Setelah dua kali mengalami kekalahan dan dipastikan angkat koper dari Piala Dunia tahun ini, Inggris paling tidak bisa membuat catatan baik saat melawan Kosta Rika nanti. Laga yang akan berlangsung di Belo Horizonte tersebut memang tak akan mempengaruhi perjalanan kedua tim. Kosta Rika sebelumnya telah dipastikan lolos ke babak 16 besar berkat dua kemenangan yang mereka bukukan atas Uruguay dan Italia. Meski sudah tak mempengaruhi posisi kedua tim, namun diprediksikan laga nanti malam masih akan berjalan sangat sengit. Inggris harus membuat catatan baik sebelum pulang, setidaknya bisa menaklukkan sang pemuncak klasemen grup D Kosta Rika.

Di waktu dan grup yang sama, Italia akan melakoni laga hidup-mati dengan melawan Uruguay. Duel Italia vs Uruguay sedianya akan berlangsung di Arena das Dunas Natal Brazil, Selasa (24/6) pada pukul 23.00 WIB dan akan disiarkan secara live di TVONE. Setelah meloloskan tim kejutan Kosta Rika ke babak 16 besar, Grup D Piala Dunia 2014 hanya tersisa satu tiket lagi untuk diperebutkan dua tim besar yakni Italia dan Uruguay. Kedua tim memiliki poin yang sama, dan sama-sama berpeluang mengambilnya jika salah satu dari mereka memenangkan laga ini. Pertandingan kedua tim ini akan berjalan sangat sengit. Masing-masing tim wajib menargetkan kemenangan, atau mimpi lolos ke babak 16 besar akan terkubur. Italia dan Uruguay sama-sama mengoleksi tiga poin, tapi selisih gol Italia lebih baik dari Luis Suarez dkk. Kabar baiknya, untuk bisa lolos ke perdelapan final, Italia hanya butuh hasil seri. 

Di hari selanjutnya, Rabu (25/6), Yunani akan bertemu Pantai gading. Baik Yunani dan Pantai Gading menargetkan kemenangan saat keduanya bertemu agar skenario lolos bisa berjalan sesuai rencana. Yunani saat ini mengantongi 1 poin berada di dasar klasemen Grup C dengan minus 3 gol. Hanya kemenangan melawan Pantai Gading yang mampu mengatrol mereka ke posisi kedua, dengan syarat Jepang gagal menang di laga melawan Kolombia.

Sementara itu, di lapangan lain, Iran yang sukses menahan Nigeria 0-0 di laga awal, memiliki peluang yang lebih baik untuk mendampingi Argentina ke fase berikutnya. Dengan catatan di laga lain, Argentina berhasil mengalahkan Nigeria. Meski Tim Tango sudah memastikan satu tiket ke babak 16 Besar, laga Argentina vs Nigeria tetap akan berjalan sengit.
Berikut Jadwal Lengkap pertandingan Piala Dunia 2014 Selasa (24/6) dan Rabu (25/6)

24 Jun 2014 Kosta Rika vs Inggris 23.00 ANTV
24 Jun 2014 Italia vs Uruguay 23.00 TVOne
25 Jun 2014 Yunani vs Pantai Gading 02.00  ANTV
25 Jun 2014 Jepang vs Kolombia 02.00 TVOne
25 Jun 2014 Bosnia-Herzegovina vs Iran 23.00 ANTV
25 Jun 2014 Nigeria vs Argentina 23.00 TVOne