Berbagi Adalah Kunci Kebahagiaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

About me

Foto saya
Just Be Myself me it's me you it's you and don't copy me

Visitors

Search

Popular

Kamis, 26 Juni 2014

Tidur setelah sahur memang tidak haram. Namun, dari sisi ilmu gizi dan kesehatan tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan bahkan dalam kategori dilarang karena dampak buruknya sangat banyak.


Pramono, ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin dalam tulisannya kepada Tribunnews.com mengatakan dampaknya antara lain perut akan jadi buncit karena saat tidur tubuh jadi hemat energi dan secara otomatis lemak akan mudah tertimbun di perut kita.

Juga akan terjadi refluks, karena makanan belum dicerna maka bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi akibat kita tidur.

"Jika terjadi refluks maka asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit," tulis Pramono.

Normalnya isi lambung/maag akan kosong kembali sekitar dua jam setelah kita makan, tapi kalau posisi tubuh kita berada pada posisi baring, maka proses pengosongan lambung/maag akan terhambat/terlambat. Hal ini akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan seperti mencret atau sembelit tergantung bahan makanan yang kita makan.

Meningkatnya resiko terkena stroke juga bisa saja terjadi kalau kita tidur setelah sahur. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah untuk mengalami stroke.

Jika seandainya kita masih ingin tidur setelah makan sahur atur saja minimal 2 jam setelah makan sahur baru tidur.

Tak heran jika banyak ulama berpendapat bahwa tidur setelah makan sahur sebaiknya tidak di lakukan .

Nabi Muhammad SAW telah memberika tuntunan bahwa makan sahur jangan ditinggalkan dan dianjurkan untuk diakhirkan waktunya jadi sampai menjelang subuh atau waktu imsyak sehingga secara logika maka setelah sahur maka langsung dilanjutkan ibadah Sholat Subuh dan jika setelah sholat subuh dilanjutkan dengan wirid yang cukup panjang maka matahari telah terbit dan sudah waktunya untuk bekerja.

Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.

Caranya bisa juga dengan shalat. Rasulullah SAW bersabda,"Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras."(HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a.).

Nah, masih nekat tidur setelah sahur?

Selasa, 24 Juni 2014


Luis Suarez kembali melakukan aksi tidak terpuji menggigit lawannya. Kali ini bek Italia Giorgio Chiellini yang menjadi korban kebrutalan Suarez saat Gli Azzurri menghadapi Uruguay di laga lanjutan Grup D Piala Dunia 2014, Selasa (24/6/2014).
Suarez tidak dapat mengendalikan emosinya akibat terus dijaga ketat oleh Chiellini sepanjang pertandingan. Ketika tengah berduel dengan Chiellini pada menit 79, pemain Liverpool itu terlihat menggigit bahu Chiellini.
Suarez sendiri nampak kesakitan setelah menggigit Chiellini. Beruntung bagi Suarez, wasit Marco Rodriguez dan asistennya tidak melihat insiden tersebut. Meski Chiellini sudah memperlihatkan bukti gigitan, Suarez tidak terkena hukuman apa pun dari sang pengadil asal Meksiko itu.



Ini bukan kali pertama Suarez menggigit pemain lawan. Saat membela Liverpool di arena Liga Premier April 2013, Suarez membuat heboh dengan menggigit lengan pemain belakang Chelsea Branislav Ivanovic.
Ketika masih membela Ajax Amsterdam, Suarez juga pernah melakukan aksi serupa. Gelandang PSV Eindhoven Otman Bakkal harus merasakan gigitan Suarez pada laga Eredivisie November 2010.

Berikut cuplikan saat Suarez menggigit Chielini.
http://www.youtube.com/watch?v=SCozMR5ltcU


Italia harus menelan pil pahit tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2014. Uruguay yang berhak mendampingi Kosta Rika ke 16 besar setelah menang 1-0 atas Italia di laga pamungkas Grup D, Selasa (24/6/2014).

Hasil ini membuat Italia berada di posisi tiga klasemen Grup D dengan poin tiga. Sedangkan Uruguay finis di urutan dua dengan enam poin. Juara grup menjadi milik Kosta Rika yang mengoleksi tujuh poin. Inggris sendiri menjadi juru kunci dengan satu poin. Pemain belakang sekaligus kapten tim Diego Godin menjadi pahlawan Uruguay. Godin mencetak gol tunggal melalui sundulan akurat pada menit 81.

Duel hidup-mati Italia melawan Uruguay berlangsung sengit dan panas sejak awal. Namun tidak ada gol yang tercipta sampai turun minum. Butuh menang, Uruguay coba meningkatkan intensitas serangannya di babak kedua. Cristian Rodriguez hampir membuka keunggulan Uruguay di menit 57. Rodriguez lolos dari kawalan pemain belakang Italia, namun sepakannya masih melebar meski Gianluigi Buffon sudah mati langkah. Petaka menimpa Italia di menit 59. Wasit Marco Rodriguez secara kontroversial mengusir Claudio Marchisio karena melanggar Egidio Arevalo. Tayangan ulang memperlihatkan pelanggaran Marchisio tidak keras.

Uruguay memanfaatkan dengan baik keunggulan jumlah pemain ini. Pada menit 66, Uruguay seharusnya mampu unggul bila Buffon tidak tampil gemilang menggagalkan tendangan mendatar Suarez yang sudah berhadapan langsung dengannya. Memasuki menit 81, pendukung Uruguay bersorak gembira. Sepak pojok Gaston Ramirez diteruskan Godin dengan sundulan akurat setelah memenangi duel dengan pemain Italia.

Italia coba segera membalas gol Godin ini. Peluang dari tendangan bebas Andrea Pirlo masih belum membuahkan gol. Sepakan Pirlo masih menyamping di sisi kanan gawang Fernando Muslera. Skor 1-0 untuk Uruguay bertahan sampai bubaran.

Susunan Pemain:
Italia: Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Darmain, De Sciglio, Pirlo, Marchisio, Verratti (Motta 75′), Balotelli (Parolo 46′), Immobile (Cassano 71′).

Uruguay: Muslera, Caceres, Godin, Pereira (Stuani 63′), Gimenez, C Rodriguez (Ramirez 78′), A Gonzalez, Arevalo, Lodeiro (Maxi 46′), Suarez, Cavani




Duel hidup mati akan tersaji di Arena Das Dunas, Natal, antara Italia melawan Uruguay. Laga ini menjadi penentu siapa yang akan lolos menemani Kosta Rika dari Grup D Piala Dunia 2014 ke babak 16 besar. Laga antara kedua tim ini akan digelar Selasa, (24/6)  Pk. 23:00 WIB. 

Setelah dipermalukan Kosta Rika lewat gol tunggal Bryan Ruiz, kabar cederanya De Rossi datang menjelang laga hidup mati melawan Uruguay di partai terakhir Grup D, Selasa (24/6) malam nanti.
Selepas menjalani dua pertandingan, Italia dan Uruguay sama-sama mengantongi tiga poin hasil dari sekali menang dan lainnya kalah. Tapi, selisih gol Italia lebih baik dari Luis Suarez dkk. Untuk bisa lolos ke perdelapan final, Italia hanya butuh hasil seri.

Sedangkan Uruguay wajib menang. Italia sebenarnya takkan berada di posisi sulit seperti ini jika seandainya mereka tak kalah 0-1 dari Kosta Rika. Menghadapi Uruguay, salah satu punggawa timnas Italia, Daniele De Rossi, masih cemas menunggu hasil tes dari cedera yang membelitnya. “Ini bukan sekedar memar. Kita lihat saja nanti,” kata pemain AS Roma itu. Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, memberi saran kepada pelatih Gli Azzurri Cesare Prandelli agar timnya konsentrasi saat lawan Uruguay. “Ini adalah pertandingan yang sangat penting,” kata Ancelotti. “Italia harus mewaspadai potensi serangan Uruguay. Namun, lawan punya masalah di lini belakang seperti yang kita lihat saat lawan Kosta Rika dan Inggris,” imbuhnya.

Saat ini posisi Italia lebih diuntungkan dalam selisih gol. Baok Italia maupun Uruguay sama-sama menjadi korban Kosta Rika. Italia kalah 0-1, dan Uruguaya ditekuk Kosta Rika 1-3.
Kosta Rika kini bercokol di puncak klasemen sementara dengan torehan enam poin, dan sudah memastikan diri ke babak 16 besar.

Edinson Cavani, striker Uruguay, memandang laga nanti tidak akan mudah. “Bagi saya, ini seperti final,” ujarnya. Pulihnya Luis Suarez di kubu Uruguay, dan juga penampilan impresif anak asuh Oscar Tabarez itu tak serta merta membuat Carlo Ancelotti kagum, dan khawatir Italia akan mudah dikalahkan. Justru Ancelotti mengatakan bahwa Italia masih lebih baik ketimbang Uruguay. “Sejarah telah memberikan kami pelajaran untuk mematok segalanya lebih tinggi. Mungkin ini akan sedikit beresiko jika kami karam,” ujar kiper dan kapten Italia, Gianluigi Buffon.

“Uruguay adalah tim yang harus ditakuti dan akan ada efek gaung setelah pertandingan terakhir. Kami layak mendapatkan kekalahan dari Kosta Rika, sementara Uruguay berhasil menang atas Inggris,” katanya. Namun, Buffon tetap optimistis dengan performa yang akan ditampilkan Gli Azzurri. “Pertandingan ini membutuhkan banyak komponen. Sebuah hasrat dan kepala dingin, ditambah kepercayaan diri yang tak bisa diruntuhkan hanya dalam satu pertandingan,” tuntasnya.




 
Enam pertandingan akan dihelat di laga penutupan penyisihan Grup Piala Dunia 2014. Selasa (24/6) dan Rabu (25/6) akan berlangsung pertandingan penutup dari grup D, E, dan F. Dari grup D, Inggris akan melakoni laga hiburan dengan Kosta Rika, dalam laga penutupan penyisihan grup D Piala Dunia 2014. Sedianya, duel yang akan digelar Selasa (24/6) akan ditayangkan secara langsung di ANTV pada pukul 23.00 WIB.

Setelah dua kali mengalami kekalahan dan dipastikan angkat koper dari Piala Dunia tahun ini, Inggris paling tidak bisa membuat catatan baik saat melawan Kosta Rika nanti. Laga yang akan berlangsung di Belo Horizonte tersebut memang tak akan mempengaruhi perjalanan kedua tim. Kosta Rika sebelumnya telah dipastikan lolos ke babak 16 besar berkat dua kemenangan yang mereka bukukan atas Uruguay dan Italia. Meski sudah tak mempengaruhi posisi kedua tim, namun diprediksikan laga nanti malam masih akan berjalan sangat sengit. Inggris harus membuat catatan baik sebelum pulang, setidaknya bisa menaklukkan sang pemuncak klasemen grup D Kosta Rika.

Di waktu dan grup yang sama, Italia akan melakoni laga hidup-mati dengan melawan Uruguay. Duel Italia vs Uruguay sedianya akan berlangsung di Arena das Dunas Natal Brazil, Selasa (24/6) pada pukul 23.00 WIB dan akan disiarkan secara live di TVONE. Setelah meloloskan tim kejutan Kosta Rika ke babak 16 besar, Grup D Piala Dunia 2014 hanya tersisa satu tiket lagi untuk diperebutkan dua tim besar yakni Italia dan Uruguay. Kedua tim memiliki poin yang sama, dan sama-sama berpeluang mengambilnya jika salah satu dari mereka memenangkan laga ini. Pertandingan kedua tim ini akan berjalan sangat sengit. Masing-masing tim wajib menargetkan kemenangan, atau mimpi lolos ke babak 16 besar akan terkubur. Italia dan Uruguay sama-sama mengoleksi tiga poin, tapi selisih gol Italia lebih baik dari Luis Suarez dkk. Kabar baiknya, untuk bisa lolos ke perdelapan final, Italia hanya butuh hasil seri. 

Di hari selanjutnya, Rabu (25/6), Yunani akan bertemu Pantai gading. Baik Yunani dan Pantai Gading menargetkan kemenangan saat keduanya bertemu agar skenario lolos bisa berjalan sesuai rencana. Yunani saat ini mengantongi 1 poin berada di dasar klasemen Grup C dengan minus 3 gol. Hanya kemenangan melawan Pantai Gading yang mampu mengatrol mereka ke posisi kedua, dengan syarat Jepang gagal menang di laga melawan Kolombia.

Sementara itu, di lapangan lain, Iran yang sukses menahan Nigeria 0-0 di laga awal, memiliki peluang yang lebih baik untuk mendampingi Argentina ke fase berikutnya. Dengan catatan di laga lain, Argentina berhasil mengalahkan Nigeria. Meski Tim Tango sudah memastikan satu tiket ke babak 16 Besar, laga Argentina vs Nigeria tetap akan berjalan sengit.
Berikut Jadwal Lengkap pertandingan Piala Dunia 2014 Selasa (24/6) dan Rabu (25/6)

24 Jun 2014 Kosta Rika vs Inggris 23.00 ANTV
24 Jun 2014 Italia vs Uruguay 23.00 TVOne
25 Jun 2014 Yunani vs Pantai Gading 02.00  ANTV
25 Jun 2014 Jepang vs Kolombia 02.00 TVOne
25 Jun 2014 Bosnia-Herzegovina vs Iran 23.00 ANTV
25 Jun 2014 Nigeria vs Argentina 23.00 TVOne

Jumat, 11 Mei 2012


Setelah pada kesempatan sebelumnya saya posting tentang bagaimana cara membuat segi 4 dengan 4 buah segi 3 dengan warna yang berbeda menggunakan microsoft visual C++ 6.0, nah pada posting kali ini saya akan share bagaimana cara membuat kursi dan meja 3.

Sebelumnya ikuti tahap seperti tahap pada posting sebelumnya hingga tahap command

 Lalu copy command berikut dan paste kan ke dalam program:




//program dua dimensi
#include<GL/glut.h>
#include<math.h>

typedef struct {
            float x,y;
} point2D_t;
typedef struct {
            int r,g,b;
} color_t;
void setColor ( color_t col )
{ glColor3f(col.r, col.g, col.b); }
void fillPolygon (point2D_t pnt[], int n, color_t color)
{
            int i;
            setColor(color);
            glBegin(GL_POLYGON);
            for (i=0; i<n; ++i)
            {
                        glVertex2f(pnt[i].x, pnt[i].y);
            }
            glEnd();
}

void drawPolygon(point2D_t pnt[], int n)
{
            int i;
            glBegin(GL_POLYGON);
                for(i=0; i<n; i++)
                        glVertex2f(pnt[i].x, pnt[i].y);
            glEnd();
}

void userdraw()
{  static int tic = 0;
   point2D_t
                        meja[4]={{20,80},{60,160},{200,160},{160,80}};
   color_t magenta ={1,0,1};
       fillPolygon(meja,4, magenta);
               //setColor(1,0,1);
               drawPolygon(meja,4);

   point2D_t
               depankiri[4]={{20,20}, {20,80}, {30,80}, {30,20}};
   color_t white ={1,1,1};
       fillPolygon(depankiri,4, white);
               //setColor(1,1,1);
               drawPolygon(depankiri,4);

   point2D_t
               depankanan[4]={{150,20},{150,80},{160,80},{160,20}};
   color_t green ={0,1,0};
       fillPolygon(depankanan,4, green);
               drawPolygon(depankanan,4);

               point2D_t
               belakangkiri[4]={{60,50},{60,80},{70,80},{70,50}};
   color_t yellow ={1,1,0};
       fillPolygon(belakangkiri,4, yellow);
               drawPolygon(belakangkiri,4);

               point2D_t
               belakangkanan[4]={{190,50},{190,140},{200,160},{200,50}};
   color_t red ={1,0,0};
       fillPolygon(belakangkanan,4, red);
               drawPolygon(belakangkanan,4);

               point2D_t
                        kursi[4]={{220,80},{240,120},{320,120},{300,80}};
   color_t birumuda ={0,1,1};
       fillPolygon(kursi,4, birumuda);
               //setColor(0,0,1);
               drawPolygon(kursi,4);

   point2D_t
               depankiri1[4]={{220,20}, {220,80}, {230,80}, {230,20}};
   color_t hijau ={0,1,0};
       fillPolygon(depankiri1,4, hijau);
               //setColor(0,1,0);
               drawPolygon(depankiri1,4);

   point2D_t
               depankanan1[4]={{290,20},{290,80},{300,80},{300,20}};
   color_t biru ={0,0,1};
       fillPolygon(depankanan1,4, biru);
               drawPolygon(depankanan1,4);

             point2D_t
               belakangkiri1[4]={{240,50},{240,80},{250,80},{250,50}};
   color_t kuning ={1,1,0};
       fillPolygon(belakangkiri1,4, kuning);
               drawPolygon(belakangkiri1,4);

               point2D_t
               belakangkanan1[4]={{310,50},{310,100},{320,120},{320,50}};
   color_t merah ={1,0,0};
       fillPolygon(belakangkanan1,4, merah);
               drawPolygon(belakangkanan1,4);
point2D_t
                        kursi1[4]={{300,80},{300,160},{320,200},{320,120}};
   color_t putih ={1,1,1};
       fillPolygon(kursi1,4, putih);
               //setColor(1,1,1);
               drawPolygon(kursi1,4);
              
               point2D_t
                        kursi2[4]={{290,160},{310,200},{320,200},{300,160}};
   color_t ungu ={1,0,1};
       fillPolygon(kursi2,4, ungu);
               //setColor(1,0,1);
               drawPolygon(kursi2,4);

                point2D_t
                        kursi3[4]={{290,160},{290,80},{300,80},{300,160}};
   color_t hijau1 ={0,1,0};
       fillPolygon(kursi3,4, hijau1);
               //setColor(0,1,0);
               drawPolygon(kursi3,4);
           
}
void display(void)
{          //clear screen
            glClear(GL_COLOR_BUFFER_BIT);
            userdraw();
            glutSwapBuffers();             }
int main(int argc, char **argv)            {
glutInit(&argc,argv);//Inisialisasi Toolkit
glutInitDisplayMode(GLUT_DOUBLE|GLUT_RGB);
glutInitWindowPosition(100,100);
glutInitWindowSize(640,480);
glutCreateWindow("Gambar rumah");
glClearColor(0.0,0.0,0.0,0.0);
gluOrtho2D(0.,640.,-240.,240.);
glutIdleFunc(display);
glutDisplayFunc(display);
glutMainLoop();
return 0;
}




 Maka hasilnya akan seperti berikut:





Semoga bermanfaat   

KUNJUNGI LAMAN LAINNYA DI GALIESTRA  dan  GALIESTRA>OPENSOURCE